Kamis, 30 September 2010

Pengertian Sosiologi dan sifat sifatnya

1. Definisi dan sifat-sifat Sosiologi :
Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Jadi Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, negara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi, sosial. Istilah Sosiologi sebagai cabang Ilmu Sosial dicetuskan pertama kali oleh ilmuwan Perancis, bernama August Comtetahun 1842. Sehingga Comte dikenal sebagai Bapak Sosiologi. Selanjutnya Émile Durkheim — ilmuwan sosial Perancis — yang kemudian berhasil melembagakan Sosiologi sebagai disiplin akademis. Di Inggris Herbert Spencer mempublikasikan Sosiology pada tahun 1876. Di Amerika Lester F.Ward mempublikasikan Dynamic Sosiology. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.

Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi dalam (Soekanto, 1982:20-23) mengungkapkan mengenai beberapa sifat hakikat sosiologi sebagai berikut:

  1. Sosiologi adalah suatu ilmu social dan bukan merupakan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan kerohanian.

  2. Sosiologi bukan merupakan disiplin yang normative, akan tetapi merupakan disiplin yang kategoris. Artinya sosiologi membatasi pada apa yang terjadi dewasa ini, bukan mengenai apa yang terjadi dan seharusnya terjadi.

  3. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan murni (pure science) dan bukan merupakan ilmu pengetahuan terapan yang terpakai (applied science).

  4. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang konkret. Artinya, bahwa yang diperhatikan adalah bentuk dan pola-pola peristiwa dalam masyarakat tetapi bukan wujudnya yang konkret.

  5. Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum. Artinya, sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip atau hukum-hukum umum dari interaksi antar umat manusia dan juga perihal sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat manusia.

  6. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. Artinya, bahwa hal ini berkaitan denngansoal metode sosiologi yang digunakan.

  7. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang khusus. Artinya, sosiologi mempelajari gejala umum yang ada dalam setiap interaksi antar manusia.

2. Definisi Politik dan Teori-teori ilmu politik :

Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.[1] Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.

Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional.

Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:

  • politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
  • politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
  • politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
  • politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik
LMU politik merupakan cabang dari ilmu-ilmu sosial lain, seperti antropologi, sosiologi, psikologi, ekonomi dan sebagainya. Sampai saat ini ilmu politik memiliki perkembangan yang sangat pesat. Dalam pandangan Profesor Voegelin dalam The New Science of Politics dikatakan justru dalam keadaan yang transitoir, dalam keadaan yang tidak stabil, dalam periode revolusioner-lah, ilmu politik tampaknya cenderung untuk berkembang dengan pesat.

Menurut Budiardjo (1993), jika dilihat dari dasar konseptual, kerangka, fokus dan ruang lingkupnya, maka ilmu politik bisa dikategorikan sebagai ilmu yang paling muda, karena baru dilahirkan pada akhir abad ke-19. Sebaliknya, jika ditinjau dari sisi yang lebih luas, yakni sebagai pembahasan yang lebih rasional tentang berbagai aspek negara dan kehidupan politik, maka sebaliknya ilmu politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya. Bahkan sering dikatakan bahwa ilmu politik adalah ilmu sosial yang paling tua. Hal ini bisa dipelajari semenjak zaman Yunani Kuno di mana pemikiran tentang negara sudah dikemukakan (450 SM).

Dalam konteks nusantara Indonesia, pemikiran tentang politik sudah ditemukan semenjak masa Majapahit sekitar abad ke-13 dan ke-15, di mana di masa itu telah ditulis sebuah karangan yang sangat terkenal, bahkan sampai sekarang, yakni Kitab Negarakertagama. Pada masa itu pula ada pujangga yang mengarang Babad Tanah Jawi, sebuah kitab yang di dalamnya menggambarkan perkembangan nusantara di masa lalu. Namun demikian, karena pada saat itu dunia dikuasai oleh banyaknya pemikiran Barat, maka pemikiran-pemikiran dari negara-negara Asia tidak banyak terungkap. Akibatnya pemikiran tentang politik sampai kini lebih banyak didominasi oleh pemikiran Barat.

3. Definisi ekonomi dan Teori teori ilmu ekonomi yg anda ketahui :

Ekonomi adalah sistem aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja. Ilmu yang mempelajari ekonomi disebut sebagai ilmu ekonomi.

Banyak teori yang dipelajari dalam ilmu ekonomi diantaranya adalah teori pasar bebas, teori lingkaran ekonomi, invisble hand, informatic economy, daya tahan ekonomi, merkantilisme, briton woods, dan sebagainya.

Apakah obyek obyek dr sosiologi politik dan ekonomi?

SOSIOLOGIadalah Ilmu pengetahuan yang objek studinya adalah masyarakat.Istilah sosiologi berasal dari kata SOCIUS(bahasa latin)berarti kawan dan logos(bahasa Yunani) berarti kata atau berbicara.Jadi sosiologi berarti berbicara mengenai masyarakat.

OBJEK dan TUJUAN SOSIOLOGI
Objek sosiologi adalah masyarakat dilihat dari sudut hubungan-hubungan antar manusia dan proses yang timbul dari hubungan-hubungan tersebut di dalam masyarakat.Sedangkan tujuan sosiologi adalah meningkatkan daya atau kemampuan manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya

Selasa, 20 April 2010

Apa yang anda ketahui tentang Metode Teknik sampling

Apa yang anda ketahui tentang metode teknik sampling?........

Teknik Sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Terdapat berbagai teknik sampling untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Teknik sampling pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu probability sampling dan non probability sampling. Probability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik ini meliputi simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportinate statified random sampling dan cluster sampling (area sampling). Sedangkan non probability sampling adalah teknik yang tidak memberikan peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik ini terdiri sampling sistematis, , sampling kuota, sampling aksidental, sampling purposive, sampling jenuh dan snowball sampling.

Adapula pengertian teknik sampling yaitu Teknik sampling adalah bagian dari metodologi statistika yang berhubungan dengan pengambilan sebagian dari populasi. Jika sampling dilakukan dengan metode yang tepat, analisis statistik dari suatu sampel dapat digunakan untuk menggeneralisasikan keseluruhan populasi. Metode sampling banyak menggunakan teori probabilitas dan teori statistika.

Tahapan sampling adalah:

  • Mendefinisikan populasi hendak diamati
  • Menentukan kerangka sampel, yakni kumpulan semua item atau peristiwa yang mungkin
  • Menentukan metode sampling yang tepat
  • Melakukan pengambilan sampel (pengumpulan data)
  • Melakukan pengecekan ulang proses sampling
Menurut Eriyanto penulis buku teknik sampling terbit cetakan I, Juni 2007, ada dua pokok persoalan untuk memperoleh sampel. Pertama, bagaimana metode teknik penarikan sampel. Teknik penarikan sampel yang bagaimana yang bisa menggambarkan representasi masyarakat. Kedua, menentukan jumlah sampel. Berapa jumlah sampel yang ideal sehingga menjamin hasil sampel dan representastif untuk mewakili suara populasi masyarakat yang ada.

Dua pokok persoalan cara penarikan sampel ini menjadi pokok bahasan buku Teknik Sampling Opini Publik (2007) ini. Survei politik atau survei apapun berbeda dengan sensus. Taruh kata populasi yang diteliti 2 juta orang, misalnya, dalam survei pelaku cukup mengambil 200 orang yang ditentukan berdasarkan kepentingan tertentu, sementara dalam sensus 2 juta orang harus didatangi.

Metodologi survei yang dibahas dalam buku ini dikiaskan dengan mencicipi makanan. Bila kita ingin menduga rasa sekarung jeruk, tentu tidak perlu mengupas semuanya, cukup mencicipi satu buah. Demikian halnya untuk merasakan sayuran sekuali, tidak perlu semangkuk, cukup sesendok kuahnya saja. Dengan 1 buah jeruk dan 1 sendok sayuran kita sudah bisa mendapatkan informasi tentang rasanya yang dapat kita gunakan untuk mengambil keputusan apakah akan makan jeruk dan sayur itu atau tidak. Demikian juga dengan survei opini publik.

Meskipun penelitian menggunakan sampel, sampel itu akan dipakai sebagai alat untuk menduga berapa nilai populasi. Jika dalam survei Partai Golkar, misalnya, memperoleh 50 persen suara, maka dapat diduga dalam Pemilu akan memperoleh 55 atau 45 persen (hlm. 5). Dengan pendugaan ini, survei popini publik sangat berguna bagi siapapun. Ia bisa digunakan untuk melihat apa yang dipikirkan masyarakat.

Pemerintah membutuhkan data survei opini publik untuk mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat. Partai politik atau elit politik juga membutuhkan data itu agar bisa menyusun strategi politik yang benar. Tentu saja untuk melakukan pendugaan dengan teknik penarikan sampel harus dilakukan dengan benar (metodologis). Salah satu syarat penarikan sampel adalah harus dilakukan secara acak atau random secara sederhana, sistematis, stratifikasi, klaster, bertahap, atau kewilayahan.

Dengan cara acak semua anggota yang akan didata memperoleh kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Tentang metode survei acak dapat dilihat pada halaman 73 sampai dengan 155. Buku ini merupakan referensi pertama tentang survei opini publik berbahasa Indonesia karya orang Indonesia dengan referensi beragam.

Minggu, 11 April 2010

Seberapa pentingnya sebuah birokrasi di Pemerintahan

Saya yang bekerja di sebuah Instansi Pemerintah yang bertempat di Kota Jakarta. Pada awalnya saya tidak mengenal sebuah birokrasi karena pada awalnya saua bekerja di sebuah bank swasta yang dimiliki oleh Singapura.Oleh karena itu saya akan membahas sedikit tentang apa yang dimaksud dengan birokrasi? Secara etimologis, birokrasi berasal dari kata Biro (meja) dan Kratein (pemerintahan), yang jika disintesakan berarti pemerintahan Meja. Tentu agak 'lucu' pengertian seperti ini, tetapi memang demikianlah hakikat birokrasi oleh sebab lembaga inilah tampak kaku yang dikuasai oleh orang-orang di belakang meja. Mengapa demikian ?

Di dalam pendekatan institusional (kelembagaan), khususnya di dalam skema, tercantum 'lalu-lintas' administrasi negara dari eksekutif 'turun' ke Kebijakan Administrasi, lalu ke Administrasi dan yang terakhir ke pemilih. Artinya, setiap kebijakan setiap kebijakan negara yang yang diselenggarakan pihak eksekutif diterjemahkan ke dalam bentuk kebijakan administrasi negara, di mana pelaksanaan dari administrasi tersebut dilakukan oleh lembaga birokrasi. Kita mungkin mengenal badan-badan seperti Departemen, Kanwil, Kantor Kelurahan, Kantor Samsat, di mana kantor-kantor tersebut semua merupakan badan-badan birokrasi negara yang mengimplementasikan kebijakan negara dan bersifat langsung berhubungan dengan masyarakat.

Peran Birokrasi dalam Pemerintahan :

Michael G. Roskin, et al. meneyebutkan bahwa sekurang-kurangnya ada 4 fungsi birokrasi di dealam suatu pemerintahan modern. Fungs-fungsi tersebut adalah :

1. Administrasi
Fungsi administrasi pemerintahan modern meliputi administrasi, pelayanan, pengaturan, perizinan, dan pengumpul informasi. Dengan fungsi administrasi dimaksudkan bahwa fungsi sebuah birokrasi adalah mengimplementasikan undang-undang yang telah disusun oleh legislatif serta penafsiran atas UU tersebut oleh eksekutif. Dengan demikian, administrasi berarti pelaksanaan kebijaksanaan umum suatu negara, di mana kebijakan umum itu sendiri telah dirancang sedemikian rupa guna mencapai tujuan negara secara keseluruhan.

2. Pelayanan
Birokrasi sessungguhnya diarahkan untuk melayani masyarakat atau kelompok-kelompok khusus. Badan metereologi dan Geofisika (BMG) di Indonesia merupakan contoh yang bagus untuk hal ini, di mana badan tersebut ditujukan demi melayani kepentingan masyarakat yang akan melakukan perjalanan atau mengungsikan diri dari kemungkinan bencana alam. Untuk batas-batas tertentu, beberapa korporasi negara seperti PJKA atau Jawatan POS dan Telekomunikasi juga menjalankan fungsi public service ini.

3. Pengaturan (regulation)
Fungsi pengaturan dari suatu pemerintahan biasanya dirancang demi mengamankan kesejahteraan masyarakat. Dalam menjalankan fungsi ini, badan birokrasi biasanya dihadapkan anatara dua pilihan: Kepentingan individu versus kepentingan masyarakat banyak. Badan birokrasi negara biasanya diperhadapkan pada dua pilihan ini.

4. Pengumpul Informasi (Information Gathering)
Informasi dibutuhkan berdasarkan dua tujuan pokok: Apakah suatu kebijaksanaan mengalami sejumlah pelanggaran atau keperluan membuat kebijakan-kebijakan baru yang akan disusun oleh pemerintah berdasarkan situasi faktual. Badan birokrasi, oleh sebab itu menjadi ujung tombak pelaksanaan kebijaksanaan negara tentu menyediakan data-data sehubungan dengan dua hal tersebut. Misalnya, pemungutan uang yang tidak semestinya (pungli) ketika masyarakat membuat SIM atau STNK tentunya mengalami pembengkakan. Pungli tersebut merupakan pelanggaran atas idealisme administrasi negara, oleh sebab itu harus ditindak. Dengan ditemukannya bukti pungli, pemerintah akan membuat prosedur baru untuk pembuatan SIM dan STNK agar tidak memberi ruang bagi kesempatan melakukan pungli.

Pada Kalimat diatas itu bisa disimpulkan bahwa Birokrasi sangat mempunyai peranan penting dalam 'kehidupan' pemerintahan. Dalam model pemerintahan, birokrasi dan pemerintah mengarahkan, melakukan pemberdayaan masyarakat, saling bersaing dalam memberikan pelayanan yang terbaik, digerakkan oleh misi yang ditetapkan oleh negara bukan aturan yang dibuat sendiri, menghasilkan pendanaan bukan menunggu anggaran, dikendalikan oleh warga negara pembayar pajak, memeperhatikan tabungan, mencegah daripada mengobati, melakukan kerja kelompok bukan kerja individu dan memperhatikan kemauan pasar atau publik. Jadi Kepemerintahan tidak dipandang sebelah mata lagi. Birokrasi bertindak profesional terhadap publik. Berperan menjadi pelayan masyarakat (public servent). Dalam memberikan pelayanan ada transparansi biaya yang tidak terjadi pungutan liar. PNS perlu memberikan informasi dan tranparansi sebagai hak masyarakat dan bisa dimintai pertanggung jawabnya lewat dengar pendapat dengan legislatif atau kelompok kepentingan yang datang. Melakukan pemberdayaan publik dan mendukung terbangunnya proses demokratisasi.


Jurnal atau tulisan yang serupa adalah :
- PENTINGNYA MANAJEMEN BIROKRASI PROFESIONAL
UNTUK MENGATASI KEMUNDURAN BIROKRASI DALAM
PELAYANAN PUBLIK oleh Agus Suryono - FIA Unibraw
http://bankskripsi.com/pentingnya-manajemen-birokrasi-profesional-untuk-mengatasi-kemunduran-birokrasi-dalam-pelayanan-publik.pdf.doc.htm/comment-page-1

Selasa, 30 Maret 2010

Ketika Dia Pergi diambil Sang Khalik

Ini adalah Kisah nyata, saya hanya ingin berbagi pada anda semua.Kejadiannya Pada waktu itu Ayah saya yang bernama Slamet Sutrisno yang berumur 56 pada tahun ini, divonis mengalami penyakit Liver pada tahun 2007 akhir. Pada mulanya beliau tidak merasakan apa sebenarnya yang ia rasakan pada tubuhnya,hanya demam biasa yang tidak ia ceritakan pada keluarga. Tidak lama kemudian berat badannya yg pada sebelum beliau sakit adalah 80 kg menyusut hingga 60. Sebuah penurunan yang sangat menakjubkan yang terjadi pada berat badan beliau. Pada mulanya beliau sangat senang berolahraga seperti Bulutangkis, Catur, tapi setelah tervonis penyakit tersebut beliau hanya menjadi penonton saja dan bermain sesekali pada catur.

Waktu berjalan, hari demi hari kesehatan beliau masih saja tidak ada kemajuan. Perutnya membucit dan makanan yang beliau makan pun diatur. Tidak boleh makan ini,dan tidak boleh makan itu. Semuanya harus makanan yang direbus dan tidak boleh berminyak. Sedih sebenarnya harus melihat keadaan beliau. Tapi saya sebagai anak hanya bisa menghibur beliau agar bisa melupakan sejenak penyakitnya itu. Kami sebagai pihak keluarga sudah mencoba semua cara pengobatan dari yang namanya ke orang pintar, sampai dokter, dan pengobatan tradisional, pengobatan cina tetap saja kondisi beliau tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Riwayat singkat beliau adalah Lahir di Maos, pada tanggal 15 April 1954. Beliau merupakan anak kelima dari 11 bersaudara. Menikahi mama saya yg bernama Nurmaliny dan Mempunyai tiga orang ank termasuk saya. Beliau bekerja pada Departemen Perhubungan yang sekarang berganti nama menjadi Kementerian Perhubungan. Beliau sering menghabiskan waktunya bersama orang-orang yang dekat dengan dia. Mulai dari anak kecil hingga yg seumuran dengan beliau bahkan yg lebih tua dari beliau. Semuanya orang senang bila dekat dengannya. Beliau sering dipanggil dengan sebutan "Babe".

Pada Suatu hari beliau memeriksakan dirinya ke salah satu Rumah Sakit Pemerintah di wilayah Tangerang. Pada waktu itu beliau ditemani dengan istrinya. Waktu itu dokter menganjurkan untuk dirawat dirumah sakit untuk tindakan medis yang lebih lanjut. Tapi yang saya heran mmereka berdua menyembunyikan itu dari saya. Saya yang statusnya Pegawai Negeri Sipil yang sedang meneruskan kuliah lagi, pada saat itu sedang mengalami Ujian Tengah Semester. Mungkin beliau tidak mau untuk memberikan beban pikiran buat anak-anaknya.Hampir 3 minggu beliau dirawat di Rumah Sakit tersebut dan yang lebih mengejutkan lagi bahwa beliau ternyata selama ini tidak mengidap penyakit liver melainkan adalah penyakit Tumor di Rongga Perut. Semua Anggota keluarga kaget. Tapi di Rumah Sakit tersebut sudah dilakukan Biopsi atau pengambilan sample atau jaringan.

Setelah Biopsi tersebut, beliau dirujuk ke Rumah Sakit Swasta yang secara khusus menangani Kanker. Karena Rumah sakit yang lama tidak berani untuk mengambil tindakan medis lebih lanjut. Setelah masuk Rumah Sakit tersebut beliau langsung di Operasi untuk diangkat Tumornya. Alhamdulillah, beliau berhasil menjalani operasinya dengan lancar. Subhanallah, tumornya itu mencapai berat 2 kilo..beliau merasakan itu hampir 2 tahun.Sesudah operasi tersebut, beliau boleh pulang kerumah. Alhamdulillah semua keluarga merasa beliau bisa dapat sembuh berangsur angsur pulih dan dapat gemuk seperti dlu lagi.

Tapi setelah 3 hari dirumah, beliau merasakan drop badannya. Saya pada waktu itu setelah pulang dari bengkulu. Apa yang terjadi pada beliau, beliau muntah muntah. Muntahnya dari yang warnanya putih sampai warnanya hitam. Hari itu juga beliau langsung dilarikan kembali ke rumah sakit yang khusus menangani kanker tersebut. Hari demi hari keadaan beliau tidak menunjukan keadaan yang signifikan. Tekanan darahnya naik turun,kondisinya juga sudah memprihatinkan, badannya sudah kurus. Melihatnya saja sudah ikhlas rasanya kalo beliau mau pergi menghadap sang khalik. Tidak lama beliau dirumah sakit hanya 8 hari, beliau menghembuskan nafas yang terakhir pada hari kamis malam jum'at tepatnya jam 17.55 sebelum maghrib. Semua penderitaannya hilang sudah. Keluarga beliau termasuk saya juga ikhlas. Selamat Jalan Pak Slamet Sutrisno Bin Wiryo Sudarmo.. Selamat jalan papa..
Semoga Khusnul Khotimah jalanmu..
Ya Allah jagalah dia...

Kamis, 26 November 2009

Perbedaan Kohesivitas anggota koperasi simpan pinjam Avia Sejahtera dan Koperasi Simpan Pinjam Perlengkapan Mandiri

BAB I

PENDAHULUAN

A. MASALAH

Target jumlah koperasi bermutu di Indonesia akan mencapai 70 ribu koperasi selama lima tahun. Kesenjangan antara tujuan dan hasil tersebut tidak perlu karena koperasi berkembang sesuai dengan kebutuhan riil anggota tiap koperasi yang berbeda-beda. Koperasi adalah kumpulan orang bukan modal sehingga perlu memperhatikan individu yang bergabung dalam koperasi. Individu dalam koperasi penting karena prinsip tiap anggota mempunyai suara dalam pengambilan keputusan koperasi.

Jumlah koperasi yang aktif tiap daerah dengan jumlah koperasi tercatat memperlihatkan adanya kesenjangan. Koperasi aktif menunjukkan anggota koperasi aktif dalam melakukan kegiatan di koperasi. Koperasi yang tidak aktif menunjukkan anggota sudah tidak lagi aktif. Individu aktif sebenarnya menunjukkan adanya interaksi antar individu yang berwujud sebagai kelompok .

Bidang koperasi di Indonesia sangat beragam salah satu bidang yaitu perdagangan uang adalah koperasi simpan pinjam. Praktek koperasi simpan pinjam hampir sama dengan bank tetapi dengan tetap memegang prinsip perkoperasian, yaitu kekeluargaan dan gotong royong. Asas kekeluargaan sebenarnya menunjukkan individu yang bergabung dalam koperasi berada dalam kelompok. Individu meminjam uang dari koperasi berarti meminjam uang kelompok.

Individu yang bergabung dalam koperasi akan melakukan interaksi dengan anggota koperasi lain. Individu saling berinteraksi sehingga munculah kelompok . Kelompok yang solid dengan tujuan , norma, perilaku tertentu akan mendukung pencapaian tujuan koperasi. Sebaliknya kelompok yang tidak solid dengan adanya individu yang tidak mendukung tercapainya tujuan kelompok yang tercantum dalam aturan koperasi. Individu yang berperilaku tidak lagi sesuai dengan aturan koperasi akan dipecat menurut Buttutasik(dalam PIP,2005). Dengan demikian kelompok yang kohesiv tetap dapat mencapai tujuan kinerja yang baik (Nieva,Fleishman dan Rieck dalam Robbins,2003 ).

Salah satu aspek terjadinya kohesivitas adalah lamanya interaksi antar anggota koperasi. Periode waktu kelompok di koperasi akan membawa tahap kohesivitas kelompok. Kohesitas yang produktif akan dipengaruhi oleh lamanya interaksi antar individu baik karena lamanya tapi juga intensitas interaksi antar individu. Dengan demikian peneliti melakukan penelitian perbedaan kohesivitas Koperasi Simpan Pinjam yang lama berdiri dengan koperasi yang baru berdiri.

B.TUJUAN PENELITIAN

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:

Perbedaan kohesivitas anggota koperasi simpan pinjam Avia Sejahtera dan koperasi simpan pinjam Perlengkapan Mandiri.

Dengan hipotesis sebagai berikut:

Ada perbedaan kohesivitas anggota koperasi simpan pinjam Setia Avia Sejahtera dan koperasi simpan pinjam Perlengkapan Mandiri.

C.TINJAUAN TEORI

Terbentuknya kelompok sosial merupakan sesuatu yang lazim terjadi dalam masyarakat. Manusia sebagai mahkluk sosial selalu membutuhkan bantuan dan kehadiran orang lain. Manusia memiliki dorongan untuk mengadakan hubungan dengan sesamanya. Manusia sebagai mahkluk hidup di dunia tidak pernah dalam keadaan berdiri sendiri, melainkan selalu berada dalam kelompok. Chaplin (2004: 470) mendefinisikan kelompok sosial sebagai suatu kumpulan individu yang saling berinteraksi dan memiliki beberapa sifat serta karakteristik yang sama atau yang mengejar tujuan yang sama.

Setiap individu menemukan suatu kenyamanan dengan bergabung dan berinteraksi dalam suatu kelompok, karena di dalam kelompok seseorang akan merasa bahwa dirinya disukai dan diterima. Perasaan disukai dan diterima semacam ini sangat penting bagi semua usia dalam rentang kehidupan manusia. Kohesi kelompok merupakan salah satu faktor yang penting dalam menjaga keutuhan kelompok. Kelompok dengan kohesi yang lemah akan memiliki kemungkinan perpecahan yang tinggi, dibandingkan dengan kelompok dengan kohesi yang tinggi.

Kohesi kelompok merupakan perasaan bersama-sama dalam kelompok dan merupakan kekuatan yang memelihara dan menjaga anggota dalam kelompok. Taylor, Peplau & Sears (1997: 109) mendefinisikan kohesivitas sebagai kekuatan (baik positif ataupun negatif) yang menyebabkan anggota menetap pada suatu kelompok. Kohesivitas bergantung pada tingkat keterikatan individu yang dimiliki setiap anggota kelompok. Daya tarik antar pribadi merupakan kekuatan pokok yang positif. Adapun ketertarikan itu sendiri dipengaruhi oleh tiga hal yaitu :

1) Tingkat rasa suka satu sama lain di antara anggota kelompok

Apabila anggota kelompok saling menyukai satu sama lain dan dieratkan dengan ikatan persahabatan, kohesivitasnya akan tinggi.

2) Tujuan instrumental kelompok

Kelompok seringkali digunakan sebagai sarana untuk mencapai tujuan, sebagai cara untuk memperoleh pendapatan atau untuk melakukan pekerjaan yang kita sukai. Ketertarikan kita terhadap suatu kelompok bergantung pada kesesuaian antara kebutuhan dan tujuan kita sendiri dengan kegiatan dan tujuan kelompok.

3) Keefektifan dan keselarasan interaksi dalam kelompok

Semua orang akan lebih suka bergabung dalam kelompok yang bekerja secara efisien daripada dengan kelompok yang menghabiskan waktu dan menyalahgunakan keterampilan kita. Segala sesuatu yang meningkatkan kepuasaan dan semangat kelompok akan meningkatkan kohesi kelompok.

Kohesivitas kelompok juga dipengaruhi kekuatan negatif yang menyebabkan para anggota tidak berani meninggalkan kelompok itu, bahkan meskipun individu merasa tidak puas. Kadang-kadang orang tetap tinggal dalam suatu kelompok karena kerugian yang akan ditanggungnya bila dia meninggalkan kelompok itu sangat tinggi, atau karena tidak tersedianya pilihan lain. Pada dasarnya eksistensi suatu kelompok tergantung pada seberapa jauh kelompok dapat memnuhi kebutuhan individu. Jika sebuah kelompok tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan anggota-anggotanya, kelompok itu semakin berkurang jumlah anggotanya.

Kohesivitas adalah pemahaman seseorang tentang kelompok berdasar waktu yang dihabiskan, akses ketat, ukuran kelompok,ancaman eksternal, sukses sebelumnya. Aspek waktu yang lama ketika saling berinteraksi menurut Wilson(dalam Robbins,2003 ) akan menimbulkan kesamaan kepentingan dan menambah daya tarik kelompok.

Fase fase perkembangan kelompok menuju kohesivitas menurut Tuckman (dalam Robbins,2003 )

1. Forming, ketidak pastian tujuan kelompok, struktur dan kepemimpinan.

2. Storming anggota menerima keberadaan kelompok tapi tidak mau kelompok mengendalikan pribadi, sehingga ada konflik sebelum akhirnya jelas hirarki kepemimpinan

3. Norming perilaku yang diharapkan dalam struktur kelompok yang jelas sudah terbentuk.

4. Performing tahap kelompok sudah tidak lagi memahamin tiap orang tapi sudah pada pencapaian kinerja tugas.

Nieva, Fleishman dan Rieck(dalam Robbins,2003) menjelaskan hubungan antara kohesivitas dengan produktifitas dan sebaliknya. Perasaan anggota kelompok yang berhasil akan mempermudah pencapaian tujuan kelompok karena komitmen anggota menguat. Kinerja koperasi yang berhasil akan menguatkan interaksi antar anggota. Dengan demikian norma kinerja yang dibangun dalam kelompok mempengaruhi hubungan produktifitas dan kohesivitas.

METODE PENELITIAN

Rancangan Penelitian

Bentuk rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan komparatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan suatu gejala, peristiwa dan masalah-masalah yang ada sekarang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran umum tentang variabel yang ada dan membandingkan kohesivitas antara koperasi simpan pinjam yang baru berdiri setahun dengan koperasi yang lebih dari setahun.

a. Anggota Koperasi Avia Sejahtera

Usia 20-55 tahun ke atas

Laki-laki dan perempuan

b. Anggota Koperasi Perlengkapan Mandiri

Usia 20-55 tahun

Laki-laki dan perempuan

Adapun cara menentukan koperasi yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan Penyebaran Kuesioner dan grafik, yang terpilih adalah anggota koperasi simpan pinjam di Perlengkapan Mandiri . Kedua koperasi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda lama berdirinya. KSP Avia Sejahtera berada di Jakarta berdiri tahun 1994 sedangkan KSP Perlengkapan Mandiri berada di Jakarta berdiri tahun 2003.

2. Sampel

Sampel adalah sejumlah penduduk yang jumlahnya kurang dari populasi, tempat juga setidaknya mempunyai sifat yang sama dengan populasi (Hadi, 2001). Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah anggota Koperasi Avia Sejahtera dan Perlengkapan Mandiri .

Tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik purposif sampling yaitu tehnik penarikan sampel yang karakteristiknya sudah ditentukan dan diketahui lebih dulu berdasarkan ciri dan sifat populasinya. Sampel anggota koperasi KSP Avia Sejahtera berjumlah 30 orang dan KSP Perlengkapan Mandiri berjumlah 30 orang.

PEMBAHASAN

Subyek penelitian ini adalah anggota koperasi Avia Sejahtera sejumlah 30 dan koperasi simpan Perlengkapan Mandiri sebanyak 30 anggota. Koperasi Avia Sejahtera dan Perlengkapan Mandiri berada di Satu tempat yang berada di Lingkungan Departemen Perhubungan di Jl. Merdeka Barat No.8 Jakarta Pusat.

Jenis data dalam penelitian ini adalah berbentuk Kuesioner. Data ini disebar dalam lingkungan Departemen Perhubungan yang berjumlah 30 orang di setiap koperasi.

Hasil Analisis Data

  1. Hasil dari penyebaran kuesioner yang disebar ke 30 (tiga puluh) anggota Koperasi Simpan Pinjam Avia Sejahtera menghasilkan data sebagai berikut :

a) Analisis Anggota berdasarkan jenis kelamin

Tabel 4.7 Profil Anggota berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin

Frekuensi

Laki-laki

20

Perempuan

10

Jumlah

30

Sumber: Hasil kuesioner Anggota

b) Analisis Anggota berdasarkan pendidikan terakhir

Tabel 4.8 Profil Anggota berdasarkan Pendidikan Terakhir

Pendidkan Terakhir

Frekuensi

SMU/Sederajat

4

Akademi

9

Perguruan Tinggi (S1)

17

Jumlah

30

Sumber: Hasil kuesioner Anggota

Dalam mengukur motivasi, pemberdayaan, dan keselarasan, penulis menggunakan tolak ukur hasil kuesioner yang dilakukan penulis:

Mengukur Motivasi, Pemberdayaan, dan Keselarasan Anggota

Keterangan

Skor

Saya menyukai keanggotaan saya dalam koperasi

4,40

Anggota sering dihargai bila hasil kerjanya bagus

4,33

Peralatan kerja saya aman dan baik untuk digunakan

4,27

Rekan-rekan saya hangat dan menyenangkan

4,30

Saya senang dengan kebijaksanaan dengan mengenai

Absen koperasi

3,93

Masa depan ini tampaknya terjamin

4,40

Koperasi ini mempunyai reputasi yang baik di masyarakat

3,87

Sumber: Hasil kuesioner Anggota

Dengan skor 1 = Sangat Tidak Setuju, 2 = Tidak Setuju, 3 = Kurang Setuju, 4 = Setuju, 5 = Sangat Setuju

Bila ditarik rata-rata secara keseluruhan dengan jumlah responden sebanyak 30 Anggota, maka didapatkan hasil skor motivasi, pemberdayaan, dan keselarasan secara keseluruhan sebagai berikut:

29,50

X = --------- = 4,21

7

Bila ditarik rentang skala, hasil skor motivasi, pemberdayaan, dan keselarasan pada Koperasi Simpan Pinjam Avia Sejahtera terlihat sebagai berikut:

Motivasi,Pemberdayaan,& Keselarasan




















STS TS KS S SS

1.00 1.80 2.60 3.40 4.20 4.21 5.00

b. Hasil dari penyebaran kuesioner yang disebar ke 30 (tiga puluh) anggota Koperasi Simpan Pinjam Perlengkapan Mandiri menghasilkan data sebagai berikut :

a) Analisis Anggota berdasarkan jenis kelamin

Tabel 4.7 Profil Anggota berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin

Frekuensi

Laki-laki

15

Perempuan

15

Jumlah

30

Sumber: Hasil kuesioner Anggota

b) Analisis Anggota berdasarkan pendidikan terakhir

Tabel 4.8 Profil Anggota berdasarkan Pendidikan Terakhir

Pendidkan Terakhir

Frekuensi

SMU/Sederajat

5

Akademi

10

Perguruan Tinggi (S1)

15

Jumlah

30

Sumber: Hasil kuesioner Anggota

Dalam mengukur motivasi, pemberdayaan, dan keselarasan, penulis menggunakan tolak ukur hasil kuesioner yang dilakukan penulis:

Mengukur Motivasi, Pemberdayaan, dan Keselarasan Anggota

Keterangan

Skor

Saya menyukai keanggotaan saya dalam koperasi

4,17

Anggota sering dihargai bila hasil kerjanya bagus

4,37

Peralatan kerja saya aman dan baik untuk digunakan

4,27

Rekan-rekan saya hangat dan menyenangkan

4,33

Saya senang dengan kebijaksanaan dengan mengenai

Absen koperasi

4,03

Masa depan ini tampaknya terjamin

4,53

Koperasi ini mempunyai reputasi yang baik di masyarakat

3,97

Sumber: Hasil kuesioner Anggota

Dengan skor 1 = Sangat Tidak Setuju, 2 = Tidak Setuju, 3 = Kurang Setuju, 4 = Setuju, 5 = Sangat Setuju

Bila ditarik rata-rata secara keseluruhan dengan jumlah responden sebanyak 30 Anggota, maka didapatkan hasil skor motivasi, pemberdayaan, dan keselarasan secara keseluruhan sebagai berikut:

29,67

X = --------- = 4,23

7

Bila ditarik rentang skala, hasil skor motivasi, pemberdayaan, dan keselarasan pada Koperasi Simpan Pinjam Perlengkapan Mandiri terlihat sebagai berikut:

Motivasi,Pemberdayaan,& Keselarasan




















STS TS KS S SS

1.00 1.80 2.60 3.40 4.20 4.23 5.00

Interaksi antar anggota koperasi dapat menimbulkan nilai, norma dan perilaku yang berbeda dengan apa yang diharapkan oleh nilai nilai koperasi. Kesenjangan antara norma dan perilaku koperasi dan kelompok dapat menimbulkan masalah pecahnya kelompok dengan berujung keluarnya individu dari koperasi atau konflik antar anggota.

Kohesivitas kelompok yang mendukung kinerja koperasi karena norma kinerja yang dianut kelompok mendukung pencapaian tujuan pencapaian prestasi. Perilaku prestasi kelompok sesuai norma yang terbentuk akibat Interaksi antar anggota terjadi dalam waktu lama. Waktu interaksi antar individu memebentuk norma norma prestatif kelompok. Individu melakukan seleksi perilaku perilaku yang dapat ditoleransi sehingga terdapat kumpulan perilaku kategori. Perilaku kategori yang di anggap tinggi dan sebaliknya. Selain waktu yang lama interaksi dapat pula dilakukan pertemuan oleh koperasi agar intensitas pertemuan menimbulkan kesepakatan perilaku prestatif dipercepat. Proses fase perilaku kelompok mencapai norma kelompok dan perilaku prestatif akan lebih mudah akibat individu sering berinteraksi

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan Penulisan kuesioner menunjukkan bahwa ada perbedaan kohesivitas yang signifikan antara anggota Koperasi Avia Sejahtera dan anggota Koperasi Perlengkapan Mandiri.

Berdasarkan hasil penelitian maka diharapkan:

- Bagi koperasi simpan pinjam hendaknya memberikan waktu pertemuan antar individu untuk saling berinteraksi .

- Bagi peneliti selanjutnya dalam memilih anggota koperasi bidang lain

- Peneliti selanjutnya hendaknya mengkaji variabel lain

Lampiran

KUESIONER MOTIVASI, KEPUASAN,

DAN KESELARASAN ANGGOTA


A.

DATA ANGGOTA









Nama

:


…………………………..


Jabatan

:


…………………………..


Usia

:


…………………………..


Jenis Kelamin

:


…………………………..


Pendidikan Terakhir

:


…………………………..


Lama Keanggotaan

:


…………………………..

B. EVALUASI

Pilihlah jawaban yang sesuai dengan pandangan Anda mengenai kondisi di bawah ini dengan memberikan tanda silang (√) pada kotak yang tersedia:

Keterangan :

1 = Sangat Tidak Setuju, 2 = Tidak Setuju, 3 = Kurang Setuju, 4 = Setuju, 5 = Sangat Setuju

Keterangan

1

2

3

4

5

Saya menyukai keanggotaan saya dalam koperasi

Anggota sering dihargai bila hasil kerjanya bagus

Peralatan kerja saya baik dan aman untuk

digunakan

Rekan-rekan saya hangat dan menyenangkan

Saya senang dengan kebijaksanaan dengan

mengenai absen koperasi

Masa depan koperasi ini tampaknya terjamin

Koperasi ini mempunyai reputasi yang baik

di masyarakat

TABEL HASIL KUESIONER KOPERASI AVIA SEJAHTERA









































































































NO JUMLAH KARYAWAN ∑ X
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

01 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 4 4 4 5 5 5 4 5 5 4 4 4 4 4 132 4,40
02 4 5 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 5 4 5 4 4 4 5 4 5 4 4 4 5 4 5 4 4 4 130 4,33
03 4 4 3 4 4 4 4 5 5 5 4 5 5 5 5 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 128 4,27
04 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 4 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 129 4,30
05 5 4 3 4 5 3 5 4 3 5 4 3 4 4 5 3 4 3 4 3 4 3 5 4 4 5 3 4 4 4 118 3,93
06 0 5 4 4 4 5 4 5 4 5 4 4 5 5 5 5 4 5 4 5 4 4 5 5 4 5 5 4 5 5 132 4,40
07 4 4 4 5 0 4 4 3 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 5 4 116 3,87

Jumlah 29,50

Rata - Rata 4,21















































































































































































TABEL HASIL KUESIONER KOPERASI PERLENGKAPAN MANDIRI









































































































NO JUMLAH KARYAWAN ∑ X
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

01 4 4 4 3 4 5 4 4 4 4 4 5 4 5 5 5 4 4 4 5 3 4 4 5 4 4 4 4 4 4 125 4,17
02 4 5 4 4 4 4 5 5 5 5 4 5 5 4 5 4 4 4 5 4 5 4 4 4 5 4 5 4 3 4 131 4,37
03 4 4 3 4 4 4 4 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 4 4 5 5 4 4 5 5 2 4 3 4 4 128 4,27
04 4 5 4 5 4 3 4 3 4 4 5 4 5 5 4 5 5 4 5 4 4 5 5 4 5 4 4 4 4 5 130 4,33
05 5 4 3 4 5 3 5 4 3 5 5 3 4 4 5 3 4 5 4 3 4 3 5 3 5 5 3 4 4 4 121 4,03
06 5 5 5 4 4 5 4 5 4 5 5 4 5 5 4 4 4 5 4 5 4 4 5 4 4 5 5 4 5 5 136 4,53
07 4 4 4 5 5 4 4 3 3 5 4 5 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 5 4 119 3,97

Jumlah 29,67

Rata - Rata 4.23